ARTIKEL
Eitch…!!
Hati-Hati Dengan Rindu!
Dengan apakah kau bandingkan pertemuan kita
Kasihku…
Dengan samar sepoi pada masa sempurna
Meningkat naik, setelah menghalau panas payah terik
Hatiku terang menerima katamu
Bagai bintang memasang lilinnya
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu
Bagai sedap malam menyirak kelopak
Dari penggalan syair diatas, cukup indah bila kita rasakan, rasa rindu seseorang terhadap kekasihnya. Kenikmatan cita rasa cinta terkuak dalam satu kata yaitu RINDU. Kenapa rindu selalu berkaitan dengan kata Cinta? dimana ada rindu pasti cinta ikut terselubung didalamnya. Namun apakah salah bila manusia mempunyai rasa rindu atau cinta yang berlebihan?
Jangan pernah merindukan sesuatu sacara berlebihan. Karena yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan merasa bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan, kesedihan dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mebngatasi keterasingan, keterputusan, dan keterpisahan yang seperti halnya dikeluhkan oleh para penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda dari kahampaan hati.
“Tidakkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Rabb-nya dan Allah membiarkan sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya”.
(QS. Al-Jâtsiyah: 23)
Seorang asal Andalusia menyombongkan dirinya karena bisa merasakan rasa suka yang melebihi batas.
sebalum aku, orang mengeluh berat berpisah
dan ketakutan muncul pada yang mati dan yang hidup hidup
jika rusuk-rusukku menghimpun
maka aku tidak akn lagi mendengar dan tidak pula melihat
Bila saja tulang-tulangnya berhimpun ketakwaan, dzikir, kesadaran rohani dan ilahiyah, maka kebenaran akan bisa dicapai. Disamping itu, bukti akan menjadi semakin jelas dan kebenarannya akan terlihat. Maka dari itu, sah-sah saja bagi kalian yang mempunyai rasa rindu dan cinta yang besar asalkan itu untuk Tuhanmu. Ada juga yang menanyakan bukannya rasa rindu dan cinta kepada sesama merupakan Rahmatullah? Memang iya, tapi rasa itu tidak boleh kita umbar. Akan lebih baik jika kita mencintai dan merindukan seseorang karena Allah dank arena dia mencintai Allah dan menjadi jalan untuk menghantarkan kita pada jalannya mencintai Allah.
Ibnu Qoyyim telah memberikan terapi sangat manjur tentang masalah ini dalam bukunya Ad dâ’wad Dawâ’ atau Al Jawâb asy Syâfi’an man sa’alan ‘anid Dawâ’ asy syâfi. Buku ini sangat terkenal, anda bisa merujuk pada dua buku tersebut.
Rasa suka yang berlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya,
1. hati yang tak terisi rasa cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2. membiarkan mata jalang. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan kepada kesdihan dan keresahan.
(Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”)
(QS. An-nûr.30)
Jika kita amati ayat diatas, kenapa laki-laki yang diperintahkan untuk menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka? Padahal pada zaman sekarang, justru wanita yang selalu mengumbar aurat dan kemaluan mereka. Dengan realita yang semakin pelik ini, siapakah yang patut kita salahkan?. Sebenarnya dalam hal ini memang seharusnya yang laki-lakilah yang memulai, kalau saja mereka dapat menjaga dan menahan pandangan mereka, perempuan tidak akan berprilaku dan berpakaian diluar koridor syari’at. Karena rasa bangga diperhatikan oleh laki-laki jika berpakaian sexy dan laki-lakipun suka akan hal itu dan selalu memuji perempuan yang tampak anggun dengan balutan yang minim maka timbullah rasa yang demikian. Andai saja kaum laki-laki dapat menjaga pandangan mereka pastilah wanita akan merasa malu akan penyelewengan pemahaman mereka akan suatu keanggunan wanita sholihah yang sebenarnya.
Rosulullah juga pernah bersabda, “pandangan (mata) itu dalah satu dari sekian banyak anak panah iblis”.
Jika kau liarkan matamu pada semua mata,
Maka semua pemandangan akan membuatmu lelah.
Kau lihat pemandangan, tapi tak seluruhnya mempu kau lihat
Dan kau tatap
3. Meremehkan ibadah, dzikir, do’a dan shalat nafilah
(Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar).
(Al- Ankabût: 45)
Adapun oba-obat untuk menghindari keresahan hati yang berlebihan diantaranya:
1. berusaha untuk selalu berada di pintu-pintu ibadah dan memohon kesembuhan kepada yang Maha Agung.
2. merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan
3. menjauhkan hati dari hal-hal yang mengikat dan berusaha melupakannya.
4. menyibukkan diri dengan amal sholeh dan berguna
5. menikah secara syar’i.
Rosulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah menikah”. Wallahu’alam.
Buah tangan :
Bardul Yad S.M el_Mooja
(Santriwati Pon-Pes Darussalam Sengon Jombang)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar