Dendanganku orang tuamu, wahai anak bangsa!!!

Aku relakan hari kemarin Meniti lalu resah dan lelah Karena tekadku dalam batin Menanti esok lelah dan cerah Aku biarkan hati merana Melangkah lalu bimbang dan kaku Karena hasratku di dalam dada Menanti esok kasih dan lagu Tetapi semua hari terbenam dan lalu Rinduku habis termakan umur Dan esok lewat,satu demi Satu Jauhkan nantiku kemimpi dan udzur

Wahai adik dan kawanku sekalian…!!
Inilah potret bapak kita yang sedang menunggu nasib baik menghampirinya
Kurus kerontang, hingga kusam kulitnya tak pernah ia pedulikan
Demi sesuap nasi dan seutas uang teruntuk keluarga tersayang
Tiada lelah untuk berusaha dalam pencarian
Dan selalu berharap tak ada lagi nasib kesekian seperti dirinya
Kepada kita, anak bangsa agar menjadi pribadi yang unggul dan berkarya
Jangan kau biarkan orang tua kita merana dalam harapan semu kesuksesan bagi anak-anaknya
Mari kita wujudkan dan angkat derajat mereka dengan sebuah ketekunan dan kesuksesan dalam berakhlak dan berprestasi sebagai santri dan siswa Darussalam!!
(Bardul Yad S.M El_Moojaa)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar